euh…nulis apaan yach? pokoke ini bloQ tentang one named Lomar Dasika…and his journey dech
bagi yang pengen atau belon nonton Harry Potter - The Goblet Of fire, baca dulu ulasannya disini. then, putuskan, nonton atau ngga…
dengan durasi 2,5 jam tampaknya memang tidak terlalu rugi nonton film ini, terlebih lagi dengan animo penonton yang sangat besar. gue sendiri bisa dapat nonton di hari minggu setelah beli karcis di hari sabtunya, diantriin sama temen gue (Thx for Mei Ing, Evlin, Novita, dan Ratna). lalu hari minggunya kita nonton ber8 dengan 4 ceweq tadi plus 3 orang lagi (Fredy, Yogi, Albert) well…kita mulai ajah, pertama kali nonton sekitar 10-15 menit gue masih mencoba mengingat-ingat apa yang tertulis di buku, sebagai bahan perbandingan ajah. dan memang, gak mungkin kayaknya untuk memindahkan buku Harry Potter keempat setebal itu ke dalam film dengan durasi selama 2,5 jam. banyak detail cerita yang dieliminasi. seperti awalannya, dimana Harry terbangun setelah mimpi dari Rumah Riddle. dalam buku seharusnya Harry muncul di Privet Drive, rumah paman dan bibinya. namun, kali ini ia muncul di The Burrow, rumah keluarga Ron, dan bergegas untuk bersiap-siap, langsung menuju piala dunia quidditch. hmmm berapa banyak detail yang dihapus. hampir semua adegan berlangsung dengan sangat cepat sehingga mungkin orang-orang yang belum sempat menyelami makna suatu adegan, harus langsung menelan makna adegan baru lagi. mungkin ini agak sulit bagi orang yang tidak membaca bukunya, apalagi tidak menyaksikan seria ke 1,2,3nya.
pertandingan piala dunia quidditch SAMA SEKALI tidak ditayangkan sehingga anda agak kecewa harusnya kalau anda menggemari adegan dalam pertandingan quidditch. adegan hanya berlangsung dari kerumunan orang-orang yang mengisi stadion hingga pembacaan pembukaan oleh menteri sihir. kemudian adegan berpindah cepat ke suasna tenda setelah irlandia memenangkan pertandingan tersebut, dan disusul lagi dengan para pelahap maut yang menyerbu kamp penonton. sangat cepat memang, sehingga kebingungan mungkin tercipta disini. detail-detail seperti hal-hal yang dilakukan pelahap maut tidaK ditampilkan disini. sekedar informasi juga, bagi anda yang menggemari keluarga Dursley, mereka SAMA SEKALI tidak muncul di film Harry potter yang keempat ini.
beberapa adegan tampaknya diletakkan terbalik demi menjaga compact-nya jalan cerita. misalnya adegan ron menerima jubah pesta dari burung hantu, dimana seharusnya ia sudah membawanya dari London sewaktu dibelikan ibunya.
bagi anda yang tentu saja sudah membaca bukunya, mungkin anda punya pandangan tersendiri terhadap film ini. bagi penulis sendiri, Cho Chang tidak sekurus yang dibayangkan, cenderung chubby malah. Fleur Delacour sangat cantik, tidak seperti gambarannya di buku yang menyerupai Veela. dan Viktor Krum digambarkan cukup gemuk disini, sementara dalam benak penulis Viktor adalah sosok kurus, tirus, dan berambut lurus, BUKAN CEPAK PLONTOS. terlepas dari itu semua, film ini sangat cocok ditonotn bagi yang menggemari Harry potter, baik yang sudah ataupun yang belum membaca bukunya. beberapa visualisasi akan tampak sangat nyata digambarkan dalam buku ini. seperti bagaimana bentuk pensieve Dumbledore, bagaimana bentuk ingatan itu, bagaimana Adava Kedavra itu, bentuk duyung, naga, dan tentu saja, keseraman yang digambarkan Lord Voldemort. ada yang memperhatikan, profesor Flitwick berbeda dengan film yang pertama - Wingardium Leviosa? kemudian Wormtail yang tampak tidak kesakitan ketika tangannya sudah terpotong, padahal di buku ia menangis tersedu-sedu. kemudian, dalam benak penulis, Cedric Diggory harusnya lebih ganteng lagi sesuai dengan persuasifnya buku, namun, ternyata tidak seganteng yang dibayangkan tentunya. adegan yang cukup mengharukan terjadi ketika Cedric meninggal. ketika terjadi Priori Incantatem, arwah cedric keluar dan menyemangati Harry serta berpesan, agar jasadnya dibawa pulang untuk dikembalikan kepada ayahnya. kemudian setelah kembali dengan portkey, Harry yang tersedu-sedu memeluk Cedric dan tidak mau melepaskannya. jujur saja, penulis BENAR-BENAR menangis waktu adegan ini. kayaknya nggak bisa dikontrol lagi tangisan itu. benar-benar sedih sekali. sangat tepat untuk menguras air mata. tapi, lagi-lagi mungkin bukan berniat untuk mendramatisir suasana, adegan berpindah cepat kembali ke pengajakan Harry oleh Alastor Moody gadungan, seakan-akan kembalinya Voldemort adalah everyday’s things.
sangat nggak rugi menonton harry Potter, terlepas dari ketidak konsistennya dengan adegan di buku. namun, ini sudah menjadi masalah yang cukup rumit diatasi mulai dari film pertamanya. silahkan saja anda bantu untuk menambahkan ketidak konsistenan adegan buku dengan film, saya yakin blog ini tidak cukup untuk menampung semuanya.
kesimpulan : HARUS ditonton, adegan-adegannya lucu, serius, sedih, menegangkan campur jadi satu. dengan durasi 2,5 jam, sama sekali nggak rugi.
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
pernah denger lagu madonna yg ini? wow…itu emak-emak, tante atau jangan-jangan udah berkategori nenek? masih lincah ajah! kemaren waktu apa awards gitu…. dia pake celana model celana dalam gitu
merah ya bo? wooow….heboh dech
gue aja agak agak malu nontonnya, hahahaha
btw, tapi lagunya asli asik bgt!!! madonna tuch ga akan pernah ada matinya dech….
pertama kali gue kenal madonna itu dari album dia yang frozen itu…masih inget ama videoclippnya yang keren abis itu…pake rajah di tangan dan tarian kegelapan. toub dech!!! itu juga pertama kalinya gue kenal MTV! maklum, ABG sich, baru kenel MTV jadi generasi MTV dech….
back to the topic, tu tante emang keren abis…dancer2 nya juga oke abis…keren oi gerakannya…lagunya juga standard disco gitu…boleh nich ajojing….yang punya mau donk pinjemin gue…?hehehehe btw, gue nulis ini ga dibayar loh sama sony music or BMG….nope! kecuali si sony atau BMG mau bayar sich…ya masak gue tolak^^
ini status aktif gue selama UTS ini…. gue gak pengen bangun dech selama UTS ini…stress kalo bangun. mungkin kita lebih baik hidup di dunia mimpi. hmm sekarang uts udah habis dan senen kayaknya kembali lagi ke reality. sedih dech rasanya. tapi….(sedikit berat ajah) kalo lihat realitas, kesulitan kita tuch gak terlalu berat juga…. hmm kenapa yach? premium 4500 rupiah yach per liter? tahun depan pam dan gas naik lagi berpuluh2 persen, baca dech koran kompas pagi. sedih yach rasanya kita hidup di dunia yg makin miskin. apa jadinya kalau semua orang udah ga kuat terima semua ini? udah banyak kan keliatan yg ga kuat terima semua ini. contohnya orang2 yang gampang banget bunuh diri gara-gara putus cinta, adeknya punya duit lebih banyak, gak dibeliin buku gambar, ga punya seragam sekolah, bahkan karena pusink memilih pasangan hidup, alias ada 2 orang yang menyukainya!!! dunia ini starts to going crazy gue bilang…ati2 agar kita yang disini gak ikutan going crazy seperti itu. sedih liat realitas hidup ini. pemerintah pula yang ga mao berubah. kenapa sich maunya begini terus. mungkin juga udah basi ngomongin pemerintah yach? yg jelas, pemerintah harusnya bisa disadarkan. bebean sudah terlalu banyak. perlu langkah konkrit untuk membenahi semua ini. we’re living not a lucky life kata Vonda Shepard. hanya kebebalan yang tidak akan berubah kata Albert Einstein. We Do